Tanda yang Digunakan untuk Berhenti Saat Membaca Puisi Disebut Tanda

 Tanda yang digunakan untuk berhenti saat membaca puisi disebut tanda jeda. Namun tanda ini masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis dan masing-masing memiliki makna yang berbeda. 

Tanda yang Digunakan untuk Berhenti Saat Membaca Puisi Disebut Tanda

Setiap deklamator (orang yang membaca puisi di depan audiens) perlu tahu dan memahami cara yang benar dalam membacakan puisi serta paham dengan masing-masing jenis tanda jeda ini. Berikut penjelasan selengkapnya.

Definisi Puisi

Puisi merupakan salah satu karya sastra tulis yang terdiri dari kata-kata puitis / indah yang disusun menjadi larik dan baris serta terikat dengan rima serta irama.

Menurut Amelia Sundari dan Agnes Pitaloka dalam sebuah buku yang berjudul Seni Mengenal Puisi yang diterbitkan pada tahun 2020, puisi diartikan sebagai suatu karya sastra yang berasal dari isi hati / curahan hati / ungkapan perasaan dari sang penyair. 

Puisi juga bisa merupakan ungkapan pikiran atau imajinasi penyair, merupakan cara sang penyair dalam menyampaikan pesan tertentu (pesan moral, kritik, saran, atau hal lain), bisa juga untuk membagikan pengalaman kepada audiens.

Jadi, dapat dikatakan bahwa puisi merupakan bentuk ekspresi diri dari sang penyair, yang bisa menggambarkan berbagai hal mulai dari keinginan hati, keresahan pikiran, perasaan bahagia, sedih, atau lainnya, bisa juga untuk menyampaikan kritik, nasihat, dan sebagainya.

Tanda yang Digunakan untuk Berhenti Saat Membaca Puisi Disebut Tanda Apa dan Berapa Jenisnya

Gaya bahasa dari setiap jenis sastra tidaklah sama, masing-masing memiliki karakter yang berbeda, begitu juga dengan tanda jedanya dan cara untuk membaca tanda tersebut. 

Pada puisi, tanda untuk berhenti disebut dengan jeda. Menurut isi dari sebuah buku yang berjudul "Panduan Belajar dan Evaluasi Bahasa Indonesia" karya Y. Adi Prasetya & Agustinus Indradi (2005), tanda jeda dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut :

  • Tanda jeda satu garis miring ( / )

Memiliki arti yang cukup mirip dengan koma jika pada bacaan biasa selain puisi. Tanda ini biasanya ada di tengah baris dan menandakan bahwa sang pembaca puisi harus berhenti sebentar untuk mengambil nafas.

  • Tanda jeda dua garis miring ( // )

Bermakna bahwa sang pembaca puisi perlu berhenti sedikit lebih lama. Tanda ini biasanya ada di akhir baris dan baris ini masih ada hubungannya dengan baris berikutnya. 

  • Tanda jeda tiga garis miring ( /// )

Artinya adalah pembaca puisi perlu berhenti sangat lama karena jeda ini menandakan berakhirnya puisi. Letak jeda ini biasanya ada di baris paling akhir dari sebuah puisi.

Masih terkait dengan cara membaca puisi, istilah untuk menyebut pembacaan puisi disebut dengan deklamasi. Sedangkan orang yang membacakannya dikenal dengan deklamator. 

Namun maksud dari deklamasi disini bukan sekedar membaca puisi biasa melainkan diikuti dengan gerakan / gaya tubuh dan ekspresi wajah yang sesuai dengan isi dari puisi. Pembacaan ini juga akan diiringi dengan musik atau lagu yang sesuai dengan tema puisi. 

Sang deklamator harus dapat memahami tanda jeda dengan baik, hafal dengan puisi yang akan dibacakan, memahami irama puisi, serta memiliki pelafalan dan intonasi yang tepat. Suaranya juga harus jelas dan lantang serta ada penekanan di kata atau kalimat tertentu. 

Berbagai hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan agar ketika sebuah puisi dibacakan, nilai-nilai atau maksud dari puisi tersebut dapat sampai kepada audiens dengan baik.

Kesimpulannya adalah tanda yang digunakan untuk berhenti saat membaca puisi disebut tanda jeda, yang disimbolkan dengan garis miring. Ada tiga tanda jeda yaitu garis miring satu buah, dua buah, dan tiga buah. Masing-masing tanda ini memiliki posisi dan makna yang berbeda.

Baca Juga :

Postingan populer dari blog ini

Jelaskan Apa yang Kamu Ketahui Tentang Deklamasi Puisi

Apa Pentingnya Memiliki Rasa Cinta Tanah Air Jelaskan

Apa Saja Tujuan yang Mungkin Diungkapkan dalam Surat Pribadi